Sejak awal masuk kuliah kedokteran, entah kenapa, saya justru cenderung menghindari untuk terlihat sebagai anak kedokteran. Ketika beberapa teman dengan senang hati membahas pelajaran di meja makan kafe umum, atau meng-upload foto-foto yang berhubungan dengan kuliah di halaman facebook mereka, saya sebisa mungkin menjauhinya.

Bukan berarti saya tidak melakukannya sama sekali.

Termasuk mengenai buku. Suatu ketika salah seorang teman pernah berkomentar bahwa sungguh mengherankan bahwa isi rak buku saya justru didominasi oleh novel umum dan sedikit sekali buku teks kedokteran. Hahaha. Memalukan ya. Harus saya akui bahwa dengan kemajuan internet, keinginan untuk memiliki buku kedokteran semakin turun, berganti dengan keinginan memiliki soft-copy dari mereka semua. Licik sih. Tapi begitulah, yang saya miliki untuk mengisi rak buku adalah beberapa novel ataupun komik, atau malah kumpulan VCD/DVD film.

Beberapa waktu yang lalu saya membeli sebuah novel karangan Erich Segal berjudul Doctors. Saya sudah cukup lama melihat buku ini nangkring di etalase toko namun niat untuk memilikinya baru timbul, dipicu oleh rasa bosan saat berada di kota Pangkalan Kerinci, haha. Padahal saya membawa beberapa novel untuk teman duduk selama kerja, namun semuanya tersembunyi di bagian bawah koper dan malas sekali untuk membongkarnya.

Novel terbitan tahun 1985 — di Indonesia tahun 1997 — ini menceritakan tentang perjalanan hidup Barney Livingston dan Laura Castellano, serta rekan-rekan sekelas mereka di Harvard Medical School angkatan 1962. Dibagi dalam tiga chapter, (I) Masa Kecil, (II) Masa Kuliah, dan (III) Masa Praktik.

Sebenarnya sempat kepikiran, apa yang akan terjadi seandainya saya membaca buku ini lebih awal, dalam artian, sebelum saya menyelesaikan kuliah dan mendapatkan gelar dokter. Atau malah mungkin lebih awal, ketika baru saja diterima di fakultas kedokteran?

Sebab dari ketiga chapter tersebut, kesemuanya memasukkan unsur kehidupan yang lengkap. Benar-benar tentang kisah masa kecil, masa kuliah, dan ketika mereka praktik sebagai dokter. Yang jelas, karena saya sudah menyelesaikan studi saat membacanya, beberapa adegan yang diceritakan dalam novel ini menjadi lebih hidup dan berasa feel-nya, yang mungkin tidak akan bisa saya bayangkan dengan sempurna seandainya kuliah saya belum selesai, atau belum dimulai.

Karena memang cukup banyak istilah ataupun rentetan kejadian yang membutuhkan semacam ‘informasi awal’ tentang dunia kedokteran agar lebih nyambung. Semisal nama-nama penyakit. Atau ketika mereka praktikum kedokteran. Suasana kamar operasi. Pengalaman menghadapi pasien jiwa. Banyak deh.

Novel ini sendiri memang berkisar pada dua tokoh utamanya yakni Barney dan Laura, dua orang sahabat sejak kecil yang kemudian sama-sama masuk ke dunia kedokteran. Kisah hidup mereka yang dramatis, teman-teman mereka yang juga tidak kalah seru, menjadi pusat daya tarik novel ini. Paragraf demi paragraf, kita akan dibawa terombang-ambing seperti menaiki kapal di tengah samudera. Kadang tenang dan indah menghanyutkan. Namun tak jarang guncangan ombaknya bisa membawa emosi kita naik turun, terlebih jika kita (seperti saya misalnya) adalah orang yang berkecimpung di dunia yang sama. Lebih terasa!

Membaca novel ini seperti bernostalgia. Tahun pertama kuliah. Tahun kedua. Hingga tak terasa ketika bulan-bulan terakhir berkeliaran di lorong rumah sakit. Mendekam di sudut paling gelap. Tertidur berbantalkan buku. Kurang tidur yang tak terpikirkan. Kurang makan yang terlupakan. Goncangan emosi yang tanpa disadari semakin menumpulkan diri sendiri.

Novel ini menampilkan segalanya dengan lebih dahsyat. Mungkin karena mereka di Harvard kali ya, hahaha. Saya sendiri bisa mencoba membayangkannya.

Untuk mengisahkan ceritanya dalam ulasan ini, rasanya terlalu panjang dan amat sangat melelahkan. Yang jelas, novel ini membuat saya ingat kembali mengapa saya harus menjalani tahun-tahun yang ‘melelahkan’ itu. Semacam suntikan semangat ketika jiwa lemah. Apapun itu, ini merupakan bacaan yang menyenangkan. Untuk orang awam sekalipun.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *